Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS
Suasana Kampus yang Hijau dan Asri
Taman untuk Tempat Belajar Mahasiswa
Spectronics..
Suasana Ruang Perkuliahan

Review Acara Guest Lecture II tentang Sub- and Supercritical Fluids as Sustainable Processes

pak jek6Guest Lecture II berlangsung di Aula Oedjoe Djoeariaman pada hari Jumat, 03 November 2017. Guest Lecture II merupakan Guest Lecture yang mengundang Dr. Wahyudiono. Materi yang disampaikan merupakan sharing session yang rutin dilakukan oleh Altekemits. Topik guest lecture pada kali ini adalah dengan topik Sub- and Supercritical Fluids as Sustainable Processes “. Registrasi acara dimulai pada pukul 13.00-13.30 WIB dimana peserta yang hadir pada Guest Lecture kali ini adalah sebanyak 104 peserta dari berbagai angkatan seperti, Mahasiswa S2 Teknik Kimia FTI-ITS, dan Mahasiswa S1 Teknik Kimia FTI-ITS dari angkatan 2013, 2014, 2015, dan 2016. Seusai melakukan registrasi, para peserta memasuki Aula Oedjoe Djoeariaman, dan MC (Master of Ceremony) Guest Lecture yang bernama Abdurrohman Nur Prasetyo segera membuka acara tersebut. Lalu, tanpa memakan waktu yang lama, materi dibuka oleh Dr. Wahyudiono. Materi yang disampaikan yaitu berkaitan dengan Supercritical Fluids Technology  Pada pukul 13.50 materi langsung disampaikan oleh Dr. Wahyudiono. Penyampaian materi selesai pada pukul 14.45 WIB. Suasana kuliah tamu pada saat Dr. Wahyudiono menyampaikan materi terlihat tertib dengan peserta yang memperhatikan materi tersebut secara baik dan aktif dalam mengajukan pertanyaan. Setelah tanya jawab selesai, dari pihak HIMATEKK memberikan vendel sebagai ungkapan terima kasih. Acara pada tanggal 03 November 2017 itu selesai pada pukul 15.00 WIB.

Berikut adalah review materi Guest Lecture II:

Suatu cairan dapat berada dalam keadaan sub-kritis atau superkritis. Sub-kritis adalah ketika suhu cairan diatas titik didih dan di bawah titik kritisnya, dan tekanan berada di atas tekanan uap. Sedangkan superkritis adalah ketika cairan tersebut berada di kondisi suhu dan tekanan di atas titik kritis. Cairan superkritis memiliki kelebihan yaitu ia dapat memiliki diffusivitas seperti gas, dan juga memiliki kerapatan seperti cairan. Hal ini memungkinkan bahwa pemanfaatan cairan superktitis atau supercritical fluids dalam bidang teknologi akan memberikan keuntungan dan kelebihan di beberapa bidang seperti bidang lingkungan, kesehatan, proses, dan bidang kimia.

pak jek7 pak jek5

Beberapa senyawa yang menarik untuk digunakan dalam proses superkritis antara lain CO2, ethana, propane, ammonia, n-hexane, methanol, ethanol, dan air. Penggunaan air sebagai pelarut sangat menarik dalam media untuk reaksi dan pemisahan dikarenakan harganya murah, tidak beracun, dan mudah untuk didapatkan. Pada titik kritis (374oC dan 22.1 MPa) air memiliki densitas atau kerapatan sebesar 0.3gram/ml. Ion product dari air didefinisikan sebagai Kw = [H+][OH-], dimana masing-masing konsentrasi pada suhu ruang adalah sebesar 10-7 mol/L. Nilai Kw pada tekanan konstan mula-mula meningkat kemudian menurun seiring dengan bertambahnya suhu. Sedangkan konstanta dielektrik air menurun seiring dengan bertambahnya suhu. Beberapa contoh aplikasi proses superkritikal air antara lain sebagai berikut :

  1. Ekstraksi dan mikronisasi b-glukan dari Ganoderma lucidumpak jek

Proses ini dilakukan dengan proses ekstraksi terlebih dahulu dari bahan dasar yang mengandung 5-10% glukan. Untuk mengkonsentrasikan kandungan glukan dalam air ekstrak, mikronisasi dan pengeringan partikel dilakukan langsung setelah proses ekstraksi. Selanjutnya produk yang dihasilkan berupa patikel bubuk yang mengandung 30-43 % b-glucan

2. Ekstraksi dan mikronisasi b-glukan dari Barley

pak jek2

Barley adalah salah satu tanaman yang paling kuno, dan telah berperan dalam peradaban manusia, seperti dalam pengembangan pertanian, peradaban, budaya, ilmu agronomi, fisiologi, genetika, pembiakan, malting, dan pembuatan bir.

Terdapat alternative pelarut yang dapat digunakan selain air, yaitu:

1.    Pelarut dimetil eter yang digambarkan dalam diagram sebagai berikut :

pak jek3
Kelebihan dari ekstraksi dimeril eter ini antara lain memiliki konsumsi energi yang rendah sehingga tidak memerlukan proses pengeringan, tidak terdapat gangguan sel, memiliki efisiensi penggunaan yang tinggi, proses ekstraksi dilakukan pada suhu kamar, terjadi pada tekanan rendah dan suhu rendah, proses pemisahan mudah dilakukan, serta pelarut dapat di daur ulang. Sedangkan kelemahan dari pelarut dimetil eter ini antara lain memiliki tingkat selektivitas yang rendah serta umpan material yang dimasukkan dalam proses ekstraksi harus memiliki kadar air yang tinggi. Proses dari ekstraksi dimetil eter adalah sebagai berikut:

2. Deep Eutectic Solvents (DES)

pak jek4

DES dibuat dengan mencampur dua komponen alami, yaitu akseptor ikatan-hidrogen dan donor ikatan hidrogen, dan biasanya memiliki titik lebur yang jauh lebih rendah daripada komponen individualnya. DES telah dilaporkan ramah lingkungan dan layak secara ekonomi, karena mudah terbentuk dari senyawa alami.

Belum ada yang berkomentar. Jadilah yang pertama berkomentar

Tinggalkan komentar


CAPTCHA Image
Reload Image