Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS
Suasana Kampus yang Hijau dan Asri
Taman untuk Tempat Belajar Mahasiswa
Spectronics..
Suasana Ruang Perkuliahan

Mahasiswa Teknik Kimia Juara Lomba Paper di SMOGC Malaysia 2017

juara malaysiaMahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengharumkan nama ITS dan Indonesia. Melalui Society of Petroleum Engineers (SPE) Student Chapter Malaysia Oil and Gas Convention 2017 (SMOGC 2017) di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 1-2 November 2017, Dany Destyawan berhasil mendapatkan posisi 1st Runner Up dalam kompetisi Paper Presentation.

Dalam kompetisi tersebut, Dany Destyawan berjuang sebagai single author dengan topik paper mengenai pemisahan CO2 yang terdapat di blok Natuna yaitu blok gas alam terbesar se-Asia Tenggara. Sebelumnya, paper ini telah diikutsertakan dalam lomba Petrofest 2016 dan International Petroleum Week 2017, yang masing-masing berhasil mendapatkan juara 2 dan 3.

Setelah keberhasilannya dalam kompetisi-kompetisi sebelumnya, Dany terus mengembangkan paper tersebut, dengan bantuan beberapa dosen di Departemen Teknik Kimia, baik dalam memberi masukan mengenai ide, literature, konten, visual design, dan lain-lain.

juara malaysia

Dany bercerita bahwa ide untuk mengangkat bahasan mengenai pemisahan CO2 yang terdapat di blok Natuna didapatnya saat menjabat sebagai Ketua Competency Development (Comdev) Department of HIMATEKK. Waktu itu, salah satu program kerja dari Comdev adalah membuat kajian strategis mengenai blok Natuna, dari situ Dany merumuskan gagasannya mengenai masalah pemisahan CO2 dalam bentuk paper.

“Total konsentrasinya CO2 nya mencapai 71% sehingga sulit dipisahkan. Inputnya merupakan gas alam yang mengandung Methane hexane dan Karbon dioksida (CO2), Asam Sulfida (H2S), serta zat-zat lainnya. CO2 dipisahkan dalam simulasi menggunakan software HYSYS untuk mendapatkan Methane yang mendekati murni,” imbuh Dany. Teknologi yang dipilihnya adalah  Multi Stage Cryogenic yang dapat menurunkan kadar CO2 hingga 3,6%. Cryogenic adalah teknologi pemisahan komponen secara fisik melalui perbedaan fase dalam suhu yang sangat rendah.

Dalam mengikuti lomba ini, Dany mengaku tidak ada kendala yang berarti, karena birokrasi sangat membantu dalam penyelesaian paper tersebut. Selain itu, selama di Malaysia juga tidak ada masalah. “Hanya masalah kecil, seperti waktu sampai di sana saya salah bandara, jadi harus ke pusat kota untuk menemui liaison officer nya.”, ungkap Dany.

Berkat inovasinya, Dany berhasil mendapat posisi 1st Runner Up. Menurutnya, banyak pengalaman yang ia dapat saat mengikuti lomba yang diikuti delapan negara tersebut, yaitu mengenai profesionalitas dan networking. Setelah mengikuti lomba ini, Dany masih akan terus mengembangkan idenya karena ia berharap teknologi usulannya ini bisa dikembangkan lebih lanjut, dengan harapan blok Natuna dapat memenuhi kebutuhan gas untuk industri maupun rumah tangga di Indonesia. (ems-red)

Belum ada yang berkomentar. Jadilah yang pertama berkomentar

Tinggalkan komentar


CAPTCHA Image
Reload Image