Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS
Suasana Kampus yang Hijau dan Asri
Taman untuk Tempat Belajar Mahasiswa
Spectronics..
Suasana Ruang Perkuliahan

Sejarah Teknik Kimia

Sejarah Fakultas Teknik Kimia

 Berkenaan dengan disyahkannya ITS menjadi perguruan tinggi negeri dengan 5 fakultas, maka dibentuklah panitia yang terdiri atas 10 orang berdasarkan surat keputusan Si/381/PII/Sg/60. Panitia tersebut mempunyai tugas  menyusun kurikulum tiap-tiap fakultas. Untuk Fakultas Teknik Kimia yang duduk dalam panitia adalah Ir. Soegeng Soendjaswadi (Mantan Direktur Utama PT IGLAS dan Ir. Padio Surjodiningrat. (Mantan Direktur Utama PT Semen Gresik). Kemudian pimpinan pertama Fakultas Teknik Kimia dipercayakan kepada Ir. Soegeng Soendjaswadi mengingat kepakaran beliau di bidang Teknik Kimia. Memulai pendidikan Teknik Kimia di UGM Jogyakarta kemudian mengambil Master di A.M Institute Technich, Fuel Engineering di Sheffield University di Inggris.lalu mengamil bidang Chemical Engineering di Lehigh University, Bethehem, Pensylvania Amerika serikat,menjadi pengajar pula di Fakultas Teknik Kimia UGM serta beberapa jabatan penting lainnya  seperti Direktur Utama PT Iglas anggota DPR/MPR RI dll. Beliau memimpin Fakultas Teknik Kimia s/d maret 1963. dan wafat pada 23 April 1991. Pengganti Ir. Soegeng Soendjaswadi sebagai pimpinan Fakultas Teknik Kimia  kemudian dipercayakan kepada Ir. Soenjoto.

Teknik Kimia merupakan cabang ilmu teknik yang menyangkut pengembangan dan penggunaan proses pembuatan beberapa bahan yang mengalami perubahan secara fisis ataupun kimiawi dalam skala besar.Pada awalnya pemahaman tentang Teknik Kimia ditekankan pada proses-proses perubahan yang berlangsung dari bahan baku menjadi suatu produk dimana dapat dinyatakan dalam satuan operasi fisis dan satuan operasi kimia. Kedua satuan tersebut lalu menjadi acuan dalam menyusun kurikulum Teknik Kimia.Adapun beberapa proses yang dapat dinyatakan dalam satuan operasi adalah Proses Perpindahan Panas, Pengeringan, Ekstraksi, Absorbsi,distilasi dan lainnya. Sedangkan proses yang dinyatakan dalam satuan proses adalah peristiwa dimana bahan-bahan dapat diubah dari satu bentuk kimiawi menjadi bentuk kimiawi lainnya dengan proses terjadinya reaksi kimia. Proses pembelajaran dan pemahaman materi di Fakultas Teknik Kimia tidak hanya dengan cara penyampaian materi didalam kelas tetapi juga dengan praktek (analisa) dalam dunia nyata, kegiatan ini dilakukan dalam kerja praktek di Industri dan kerja praktikum di Laboratorium.

Pada awal operasi Fakultas Teknik Kimia, dapat dibayangkan betapa besar kesulitan yang dihadapi, sebab tenaga pengajar sulit didapat dan fasilitas pendidikan sangat minim. Sehingga tidaklah mengherankan kalau pada tahun ajaran 1962/1963 terjadi kemacetan total bagi angkatan pertama (1960/1961) selama satu tahun. Namun atas partisipasi aktif dari anggota PII, maka angkatan pertama tetap bisa berjalan. Keadaan Fakultas Teknik Kimia mulai membaik pada saat kepemimpinan dipegang oleh Ir. Abimanjoe. Pada saat inilah susunan staf pimpinan dilengkapi dengan para Pembantu Dekan. Ir. Abimanjoe memimpin Fakultas Teknik Kimia selama kurang lebih 6 bulan. Pimpinan Fakultas Teknik Kimia selanjutnya dipegang oleh Ir. Soewardjo Adikoesoemo, yang sebelumnya telah menjabat sebagai Pembantu Dekan I. Ir. Soewardjo Adikoesoemo memimpin Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1965. Pak Soewardjo sempat menjadi anggota DPR/MPR kemudian kembali lagi ke Jurusan dan kemudian beliau aktif sebagai dosen tetap Jurusan Teknik Kimia  Universitas Pembangunan Veteran Surabaya. Beliau wafat pada tahun 1999. Dosen tetap pertama Fakultas Teknik Kimia adalah Ir. Soelastri Darwati yang masuk di ITS pada tahun 1963. Pada tahun 1965, jumlah tenaga tetap menjadi 5 orang. Akan tetapi fasilitas pendidikan masih minim.

Pada awal didirikan semua kegiatan praktikum dilakukan di laboratorium milik IKIP atau dikenal dengan B1 Kimia dan AAL, kemudian pada September 1967 atas kerjasama dengan orang tua mahasiswa Fakultas Teknik Kimia ITS mendirikan Laboratorium di kompleks Baliwerti. Sejak saat itu, kegiatan laboratorium dilakukan di laboratorium milik sendiri. Pada tahun 1967, Fakultas Teknik Kimia telah memiliki Laboratorium Kimia Analitik, Kimia Fisika, Material dan Laboratorium Penelitian/Skripsi.

Pendidikan di Fakultas Teknik Kimia – ITS pada tahun 1967 disusun atas dasar minimal 5 tahun atau 10 semester untuk tingkat sarjana, untuk tingkat sarjana muda (Diploma), dilaksanakan minimal dalam kurun waktu 3 tahun atau 6 semester sudah termasuk kerja praktek dan tugas akhir.Kurikulum juga diatur, hal ini bertujuan agar calon-calon sarjana teknik kimia dapat dibekali dengan pengetahuan dan latihan yang cukup sehingga diharapkan mampu menghadapi perubahan dan perkembangan zaman. Sistem satuan perkuliahan yang digunakan untuk menyusun kurikulum pada saat itu adalah sistem UNIT. Pada waktu itu kurikulum Fakultas Teknik Kimia disusun berdasarkan tingkat yang semuanya terdiri dari Tingkat 1 sampai dengan Tingkat 5.

Untuk lulus menjadi seorang sarjana Teknik Kimia ( Insinyur atau disingkat Ir.) seorang calon mahasiswa harus melalui test masuk dan setelah diterima mahasiswa harus ikut kegiatan “perpeloncoan” selama satu minggu. Acara ini biasanya diakhiri dengan malam innagurasi dimana semua atribut dilepas dan dibakar dalam api unggun. Suasana keakrapan antara senior dan yunior terlihat dalam pesta ini. Pesta tidak berhenti sampai disitu tapi biasanya berlanjut dengan pesta malam keakrapan antara civitas akademika. Pesta ini biasanya diakukan di tepi kolam renang Kolombo atau kolam renang Tegalsari.

Setelah itu mahasiswa masuk kuliah dan harus melampaui lebih dulu PR 200 yang saat itu menjadi momok bagi semua mahasiswa ITS. Isi pokok PR.200 ini seorang mahasiswa harus lulus tingkat dua dulu sebelum mengikuti tingkat berikutnya.Mahasiswa yang tidak lolos PR 200 langsung di DO. Mahasiswa harus melalui total 273 Unit untuk lulus sarjana .273 Unit ini terbagi dalam beberapa mata kuliah, praktikum, dan tugas akhir.Sebagai ilustrasi perbandingan antara sistem SKS dan sistem Unit dapat dicontohkan dengan mata kuliah Unit Operasi.

Dengan berkembangnya waktu,  pada tahun 1978 Fakultas Teknik Kimia yang bertempat di Baliwerti telah memiliki beberapa ruangan dan laboratorium baru. Ruangan-ruangan yang telah dimiliki pada saat itu antara lain: ruang kuliah, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang perpustakaan dan sidang, dan ruang administrasi. Sedangkan laboratorium-laboratoriumnya antara lain: laboratorium kimia analisa, laboratorium kimia fisika, laboratorium mikrobiologi, laboratorium kimia organik, laboratorium ekeltrokimia, laboratorium prinsip-prinsip teknik kimia, laboratorium skripsi dan laboratorium penelitian khusus.

Pada sessi akhir perkulihan di Fakultas Teknik Kimia diakhiri dengan ujian lisan Perancangan Pabrik. Dimana pengujinya terdiri dari unsur dosen dan wakil dari anggota PII. Pada awalnya ujian lisan ini dilaksanakan diruang kantor Pimpinan Teknik Kimia yang menempati bagian belakang sebelah Selatan dari kampus Baliwerti. Kemudian setelah gedung Pimpinan selesai dibangun ) dibagian utara gedung utama Baliwerti ujian dilaksanakan di gedung baru tersebut.

Sejak tanggal 27 maret 1982, Fakultas Teknik Kimia secara keseluruhan pindah dari Baliwerti ke Sukolilo. Fakultas Teknik Kimia ITS menempati Gedung O dibagian Selatan Kampus ITS Sukolilo.Dekan waktu itu dijabat oleh pak Oedjoe.Bantuan ADB selain dipakai membangun gedung dan mengirim tenaga edukatif untuk sekolah lagi ke Luar negri juga dipakai untuk membangun laboratorium dengan segala fasilitasnya terutama peralatan lab.yang sangat dibutuhkan. Pada saat itu konsentrasi pembelajaran dibagi menjadi 4 konsentrasi yaitu Bidang Perancangan Pabrik, Perancangan Alat, Bidang Proses Kimia dan Bio Teknologi. Semua dosen dikelompokkan pada bidang bidang tersebut untuk melakukan pelaksanaan Tridharma seperti pengajaran dan penelitian.

 

Fakultas Teknik Kimia Beralih ke Jurusan Teknik Kimia

Pada tahun 1983, Fakultas Teknik Kimia berubah menjadi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS. Sejalan dengan pengembangan SDM dan Fisik maka kurikuklum juga berubah. Perubahan dari Sistem Unit ke Sistem Kredit Semester juga dilakukan di Jurusan Teknik Kimia semenjak Fakultas ini dikembangkan dengan dana ADB.Pada awalnya kurikulum dibuat 160 SKS dibagi dalam 10 semester lalu tahun 1990 berubah menjadi 152 SKS dalam 9 semester dan yang terakhir kurikulum untuk Tingkat Sarjana ditetapkan menjadi 144 SKS. terbagi dalam 8 semester.

Pak Oedjoe masih tercatat sebagai Ketua Jurusan Pertama, kemudian proses pergantian terjadi pada tahun 1983 dimana Ketua Jurusan dipimpin oleh Ir. Achmad Baktir M Sc. Pengiriman dosen keluar negri terus berlangsung sehingga sampai pada akhir 80- an sejumlah tenaga doktor telah kembali ke ITS diantaranya Dr.Nonot Soewarno, Dr.Renanto H. Dr.Achmad Roesyadi dan Dr. Rachemoellah.

Dengan banyaknya tenaga doktor di Jurusan Teknik Kimia maka pada kepemimpinan Dr.Achmad Roesyadi sebagai Ketua Jurusan Teknik Kimia tahun 1990 struktur pengelompokan dosen dirubah menjadi berbasis Laboratorium Penelitian,sehingga pengelompokan dosen juga dirubah menjadi kelompok peneliti di Laboratorium Penelitian. Beberapa Lab Penelitian didirikan dan setiap laboratorium dikepalai oleh seorang kepala lab. Dan dosen mengelompok dedalam lab.lab tersebut. Jadi di Jurusan Teknik Kima terdapat dua pengelompokan laboratorium yaitu laboratorium Pendidikan tempat mahasiswa melakukan praktikum reguler dan laboratorium Penelitian dimana dosen dan mahasiswa akhir melakukan penelitian.

Pada tahun 1991/1992 dalam rangka program stratifikasi dan pengembangan teknologi Jurusan Teknik Kimia mendirikan Program S2. Tercatat Ketua program Studi S2 pertama adalah Dr.M.Rachemoellah.Pada awalnya program S2 ini terlaksana dalam bentuk pengumpulan kredit S-2 bersama ITB. Mahasiswa S2 waktu itu harus ke ITB Bandung untuk menyusun rencana studinya, tetapi semua perkulihan dan pembimbingan dilakukan di ITS.  Pada tahun kuliah 1994/1995, program S-2 telah dikelola secara penuh oleh ITS.

Pada tahun 1990 terbit  Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990, dimana semua Jurusan Non Gelar Teknologi (FNGT) dilebur kedalam jurusan-jurusan terkait di Fakultas yang menyelenggarakan program serupa tetapi dalam jenjang Sarjana (S-1). Oleh sebab itu, program D-3, Teknik Kimia. Bergabung kedalam Jurusan Teknik Kimia FTI.ITS. Dengan demikian sejak saat itu organisasi Jurusan Teknik Kimia mempunyai dua Program Studi Pasca sarjana dan Program Studi Diploma.

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya para tenaga kerja yang ada di Indonesia, Jurusan Teknik Kimia FTI- ITS memberikan kesempatan bagi mereka yang bekerja untuk menempuh studi di ITS melalui jalur Program Pendidikan Ekstensi. Program ini di buka sejak Semester Genap 1995/1996 dan diselenggaran malam hari. Jurusan Teknik Kimia terus berkembang, berbagai bantuan juga didapat Bantuan ADB II Proyek QUE  proyek IMHERE melengkapi pengembangan Jurusan Teknik Kimia, terutama pengembangan SDM dan penambahan fasilitas laboratorium. Demikian  juga banyaknya dosen Teknik Kimia yang menyandang GURU BESAR turut serta dalam pengembangan Jurusan ini. Kemudian setelah dipandang cukup memadai baik dilihat dari segi SDM maupun fasilitas pada tahun 2001 dibukalah Program S3 di Jurusan Teknik Kimia. Ini terjadi pada saat Ketua Jurusan dipegang Dr.Ir.Sugeng Winardi.

Sekarang, menjelang Dies ITS yang ke 50 berarti genap pula Teknik Kimia ITS ini berusia 50 tahun. Data terakhir Jurusan ini mempunyai tenaga pengajar 52 dengan jumlah Guru Besar 13 orang, jumlah tenaga administrasi 34 orang.. Jumlah alumni  total  4200 orang, tersebar diseluruh pelosok tanah air mengabdi disemua tingkatan bidang pekerjaan, dalam memenuhi panggilan ibu pertiwi dan mengemban serta melaksanakan amanah almamater mengabdi untuk kejayaan bangsa dengan selalu mengingat semangat Sepuluh Nopember. Vivat Teknik Kimia, Vivat ITS , Vivat Almamater .